fbpx

Pondasi Titik dan Pondasi Menerus

Pondasi bertugas menopang bangunan dengan semua beratnya agar bebannya tersalurkan dengan sempurna kepada tanah. Bayangkan sebuah bangunan adalah tubuh manusia maka telapak kaki kita merupakan pondasi yang menopang berat tubuh dan berdiri di atas tanah. Sebagaimana bangunan, masalah pada kaki kita bukanlah seberapa lebarnya telapaknya, tapi apakah tanah dimana kita berdiri mampu menahan berat tubuh kita.

Misalkan berat badan 80kg dengan luas telapak satu kaki sekitar 80cm2, maka berdiri dengan 2 kaki membuat berat badan 80kg tersebut disalurkan oleh permukaan seluas 160cm2. Jika kita berdiri pada permukaan tanah dan permukaan tanah tersebut tidak membekas telapak kaki maka permukaan tanah tadi mampu menahan beban setidaknya 0,5kg percm2, dan jika berdiri dengan 1 kaki permukaan tanah masih tidak membekas setidaknya tanah tersebut bisa menahan beban 1kg per cm2.

Demikian pula halnya dengan bangunan. Pada bangunan sederhana dengan luas lantai sekitar 40m2, berat atap sampai  lebih kurang sekitar 63ton, sudah dengan menambahkan 25% beban tambahan. Dalam total berat tersebut terdapat 2 skema pembebanan. Pertama beban struktur yaitu atap, plafon, struktur ringbalk, kolom dan sloof hingga pondasi titik. Ini merupakan skema struktur utama yang artinya atap dan semua komponen di atas termasku plafon harus tetap berdiri jikapun kekuatan dinding dihilangkan, meskipun pada kenyataannya beban atap juga akan dipikul oleh dinding.

Kemudian yang kedua adalah skema beban dinding, yang harus mampu menahan bebannya sendiri, juga ditambah beban tambahan 25% untuk gaya beban yang lain seperti beban angin dan horizontal lainnya.  Kecuali pada struktur dinding penahan beban, maka beban dinding dihitung bersama dengan beban struktur lainnya dan dikalkulasikan bersama pada desain pondasinya.

No Bagian Bahan Berat/Satuan Satuan Volum Total Berat
1 Atap Genteng MCR Flat 45kg M2 60m2 2.700kg
2 Rangka Atap Baja Ringan 10kg M2 60m2 600kg
3 Plafon & Rangka Hollow + Gypsum 25kg M2 45m2 1.125kg
4 Struktur Beton Bertulang 50kg M’ 150m’ 7.500kg
5 Pondasi Titik Beton Bertulang 100kg Titik 15 1.500kg
Total Berat + 25% 16.800
             
6 Dinding Ezycon + Alusi 200kg M2 150m2 30.000kg
7 Pondasi Menerus Pasangan Batu/Beton 300kg M2 25m2 7.500kg
Total Berat + 25% 47.000kg

Skema organisasi bebannya adalah berat bangunan bagian 1 – 5 disalurkan oleh pondasi titik sebesar 16.800kg, dengan mengabaikan kekuatan gaya gesek tanah dan hanya memperhitungkan gaya tekan pada tanah untuk menyalurkan beban struktur sebesar 16,8ton dibagi daya tekan tanah minimal 0,5kg/cm2 maka dibutuhkan telapak minimal seluas 33,6rb cm2. Jika mendesain 15 titik maka luas telapak per titiknya adalah 2240cm2, ukuran 50cm x 50cm.

Beban dinding 6-7 disalurkan oleh pondasi menerus dan hanya memperhitungkan gaya tekan pada tanah untuk menyalurkan beban dinding sebesar 47,5ton dibagi daya tekan tanah minimal 0,5kg/cm2 maka dibutuhkan telapak minimal seluas 95rb cm2. Jika tinggi dinding rata-rata 3m dan dalam 3m itu terdapat berat 600kg dinding dan 150kg pondasi menerus, maka dibutuhkan permukaan untuk menyalurkan berat 950kg (setelah ditambah 25%) dibagi 0,5kg yaitu 1.900cm2 atau lebar 20cm sepanjang 1m’ pondasi menerus akan aman menyalurkan beban dinding.

Daya dukung tanah terhadap gaya tekan 0,5kg/cm2 cukup mudah dicapai meskipun tanah urugan, dengan permadatan stemper atau pemadatan gilas akan bisa dicapai daya dukung tersebut. Tentu dengan memperhatikan sifat tanahnya, karena jika sifat tanahnya lempung sebaiknya yang dihitung adalah daya dukung tanah terhadap gaya gesek dan mengabaikan gaya tekannya.

Sekilas tentang Pondasi

Tanah sebenarnya mampu menerima beban berapapun yang diberikan kepadanya. Hanya diperlukan teknik pondasi yang tepat untuk menyalurkan beban agar bisa diterima secara sempurna oleh tanah.

Secara umum daya dukung tanah terhadap beban ada 2 macam, yaitu terhadap gaya tekan dan gaya gesek. Dimana gaya tekan adalah kekuatan tanah menahan beban dalam kg/cm persegi luas bidang pondasi yang menekannya dan gaya gesek adalah kekuatan tanah menahan beban dalam kg/cm persegi luas bidang pondasi yang bergesekan dengan tanah.

Untuk mendapatkan berapa kekuatan gaya tekan dan gaya gesek tanah, dilakukan tes yang dikenal dengan tes sondir. Hasilnya akan mengungkapkan berapa gaya tekan dan gaya gesek tanah pada kedalaman berapa. Pada bangunan sederhana kedalaman pondasi hanyalah di kisaran 1-2m saja. Dikarenakan per m kedalaman tanah memiliki besaran gaya tekan dan gaya gesek yang berbeda tergantung pada jenis lapisan tanah yang ada.

Pada jenis tanah berpasir cenderung memiliki gaya tekan yang tinggi namun nilai kekuatan gaya geseknya cenderung rendah. Sedangkan tanah lempung cenderung memiliki gaya tekan yang rendah tapi memiliki gaya gesek yang tinggi.

Pada gaya tekan, yang dihitung adalah permukaan bawah pondasi yang kita buat, lalu luasnya dalam cm2 dikalikan dengan nilai gaya tekan tanah pada titik kedalaman pondasi yang kita buat. Sedangkan pada gaya tekan yang dihitung adalah permukaan sisi pondasi, lalu luasnya dalam cm2 dikalikan dengan nilai gaya gesek tanah per kedalaman pondasi. Nilai yang didapat dari 2 gaya tadi ditambahkan lalu dikalikan 80% maka akan didapatkanlah nilai maksimal beban yang bisa disalurkan pondasi di titik tersebut.

Nilai maksimal beban yang bisa disalurkan menjadi batas beban bangunan yang bisa kita buat di atas pondasi tersebut. Misalkan berat bangunan yang kita kerjakan 50ton, sedangkan 1 titik pondasi didapatkan bisa menyalurkan beban 5 ton, maka diperlukan 10 titik agar berat beban bangunan bisa aman tersalurkan ke dalam tanah.

Jasa Kontruksi

Pertanyaan paling jamak dalam dunia jasa konstruksi yang sering kami terima adalah “berapa harga per m2 bangunan?”

Di https://ezygriya.com/hitung-rab/ bisa anda dapatkan perhitungan RAB, semoga membantu pertanyaan ini, kemudian hal berikutnya yang perlu dibahas dalam video ini “apakah harga tersebut sudah termasuk jasa konstruksi?”

Jawabannya belum, perlu dipahami metode perhitungan RAB bermacam-macam, tiap-tiap pelaku bisnis konstruksi memilik metode yang berbeda dalam menentukan harga material dan biaya yang akan diajukan dalam penawaran sebuah proyek konstruksi. Dalam hal ini, perhitungan yang dipaparkan Ezygriya pada video tentang perhitungan RAB belum merupakan penawaran, lebih pada perhitungan RAB untuk kebutuhan membangun sendiri. Mudahnya pada video perhitungan RAB untuk anda yang berkesempatan membeli material sendiri dan mengawasi atau bahkan mengerjakan sendiri.

Jika anda ingin menggunakan jasa konstruksi dalam melaksanakan proyek konstruksi, video perhitungan RAB tersebut juga bias dijadikan referensi. Syaratnya anda perlu membuka diri terhadap kenaikan sebesar 10-20% dari video perhitungan RAB yang anda saksikan di channel ezygriya. Bahkan jika material dan metode konstruksinya berbeda bias jadi selisih hitungannya sampai dengan 40% bahkan bisa lebih dengan material finishing yang sama sekali berbeda. Contohnya harga lantai keramik dibandingkan dengan harga lantai granit tentu selisihnya bisa 2-4 kali lipat. Juga banyak jenis material lain yang selisih harganya bisa berlipat-lipat.

Yang perlu dipahami dikarenakan jasa konstruksi merupakan sebuah bisnis pelayanan tentu akan ada margin yang diperlukan. Jadi jika anda akan menggunakan jasa konstruksi, tetapi anda tidak berkenan memberikan imbalan selain material dan biaya tenaga konstruksinya, sebaiknya tidak perlu menggunakan jasa konstruksi, bisa langsung melakukan pengawasan sendiri dalam menjalankan proyek.

Kisaran biaya jasa konstruksi yang diambil dari sebuah proyek di kisaran 10% dari nilai RAB yang disepakati. Dan perlu dipahami juga bahwa nilai RAB yang ditawarkan biasanya mengandung biaya cadangan kurang lebih 10% juga. Contohnya pada video ezygriya tentang RAB sederhana tentang ruangan ukurang 3×3 dengan biaya 15jt 670rb, bisa jadi  jika anda menggunakan jasa konstruksi RAB penawarannya akan berambah 3jt 134rb (20%) jadi 18jt 804rb dengan satuan per m2 jadi 2jt 89rb/m2. Komponennya kurang lebih 10% untuk material cadangan dan sisanya adalah margin jasa konstruksinya. Tentu anda bisa melakukan negosiasi tentang angka-angka harganya. Hanya jika tidak berkenan sama sekali untuk hal-hal seperti ini, yaitu cadangan dan margin, sebaiknya dikerjakan sendiri.

Tentu harus ada hubungan timbal balik yang beretika antara pengguna jasa kontruksi dan kontraktornya. Pihak kontraktor beresiko rugi karena salah perhitungan, permintaan yang tidak terencana dan berbagai factor lainnya. Pihak penggunapun bisa saja dirugikan dengan waktu yang mundur, pengerjaan yang tidak sesuai harapan dan sebagainya. Karenanya perancangan, kemudian perencanaan, kontrak kerja, gambar kerja dan itikad baik perlu disiapkan sebelum memulai sebuah proyek konstruksi.

Pembentukan Ruang

Bagaimana asal muasal manusia membutuhkan ruangan yang diawali dari kebutuhan untuk berlindung dari kondisi alam dan cuaca, hujan, angin, panas serta dingin, juga keamanan dari gangguan hewan dan manusia lain. Karenanya kita membutuhkan ruangan yang tertutup dan tetap terkontrol.

Awalnya manusia menggunakan gua untuk memenuhi kebutuhannya akan ruang. Jika diperhatikan gua merupakan sebuah lubang yang terdapat dalam suatu bentuk massa yang besar. Dan teknik ini salah satu dari 2 teknik dasar membentuk ruang, yaitu membuat lubang dari sebuah bentuk besar. Sebutlah gunung atau bukit. Missal terdapat gua alam yang relative kecil, lalu karena kebutuhan ruang bermacam-macam, mulailah dibesarkan lubang itu. Dibentuk bermacam-macam ruang, yang kesemuanya di dalam bukit atau gunung itu. Seperti semut atau kelinci menggali tanah untuk membuat rumahnya. Di dunia konstruksi system membentuk ruang dengan membuat lubang menjadikan komponen dinding sebagai elemen struktur.

Contohnya seperti mambangun candi, menumpuk batu yang banyak kemudian menyusun rongga di dalamnya untuk membentuk ruang. Sehingga volume dinding yang ada biasanya lebih besar dari volume ruang yang terbentuk.

Teknik dasar kedua adalah membentuk ruang dengan membuat batas ruang, yaitu atap, dinding serta lantai. Cara ini membutuhkan pengolahan material untuk membuat tiang dan balok serta bahan atap sebagai struktur utama pembentukan ruang. Dan inilah cara yang lazim dan banyak digunakan manusia modern dalam membuat bangunan.

Contohnya seperti membuat dangau, gubuk tempat istirahat di tepi sawah, cukup menggunakan bamboo sebagai tiang dan atapnya juga lantainya. Volume ruang yang terbentuk jauh lebih besar dari volume bahan yang dibutuhkan.

Tujuan sederhana dari struktur  adalah agar material yang menjadi komponen pembentuk ruang bisa berdiri kokoh dan melindungi penggunanya. Dan agar atap bisa kokoh berdiri maka, butuhkan penopang struktur yang berupa balok, kemudian tiang dan akhirnya pondasi untuk menyalurkan beban atap dan struktur lainnya ke tanah. Selama tanah mampu mendukung berat bangunan maka yang perlu kita lakukan adalah merangkai struktur yang terpadu agar semua beban tertransfer dengan sempurna kepada tanah tanpa merusak komponen strukturnya.

Meskipun kolom ataupun baloknya sedemikian kuat, namun tidak mampu menyalurkan beban atap dan beban dirinya kepada tanah melalui pondasi maka bangunan itu tidak bisa berdiri. Karenanya memulai hitungan strukturnya selalu dari daya dukung tanah, seberapa kuat tanah dalam satuan dukungnya mampu menerima beban bangunan di atasnya.

Daya dukung tanah diketahui dengan melakukan tes yang sering disebut dengan tes sondir.  Hasilnya akan menunjukkan daya dukung tanah terhadap dua gaya. Yaitu gaya tekan dan gaya gesek. Gaya Tekan tanah artinya berapa kemampuan tanah menerima beban yang diterima tanah per cm persegi luas bidang tekan. Sedangkan Gaya Gesek tanah artinya berapa kemampuan tanah menerima beban yang diterima tanah per cm persegi luas bidang yang bergesekan.

Bagian RAB Bangunan Sederhana

Perhitungan RAB merupakan salah satu topik kruisal dalam merencanakan membangun atau merenovasi rumah. Berkaitan dengan besarnya jumlah anggaran yang diperlukan dan harus disediakan ketika sebuah kegiatan konstruksi berlangsung.

Pada bangunan sederhana secara ringkas berikut klasifikasi biaya pada perhitungan RAB :

  1. Pekerjaan pondasi
  2. Pekerjaan struktur
  3. Pekerjaan dinding
  4. Pekerjaan bukaan (pintu dan jendela)
  5. Pekerjaan atap dan rangka atap
  6. Pekerjaan plafon
  7. Pekerjaan lantai
  8. Pekerjaan finishing dinding
  9. Pekerjaan sanitasi
  10. Pekerjaan kelistrikan
  11. Pekerjaan lain-lain, yang biasanya berisi pekerjaan tambahan seperti railing, carport dll

 

Pada bangunan bertingkat biasanya struktur dibedakan lagi antara struktur utama, seperti halnya footplat, kolom dan balok struktur, dan struktur pendukung yang juga ada pada bangunan 1 lantai yaitu sloof, kolom praktis dan ringbalk.

Konsep rumah prefabrikasi seperti yang dilakukan Ezygriya, kesemua bagian-bagian pekerjaan tersebut sebagian atau bahkan seluruhnya sudah disiapkan di workhsop. Sehingga ketika material prefabrikasi tiba di proyek maka material tersebut sudah siap dipasang atau hanya perlu sedikit tambahan pekerjaan untuk dipasang.Dalam hal ini konsep prefabrikasi membuat anggaran tidak memerlukan banyak cadangan biaya tidak tentu.

WhatsApp chat