fbpx

5 Cara Membangun Dinding

Membangun dinding bisa menggunakan berbagai metode, beberapa yang digunakan diantaranya :

Adukan mortar

Cara paling umum memasang tembok adalah dengan menggunakan adukan mortar sebagai perekat. Lazimnya mortar terdiri dari semen dan pasir, beberapa daerah menambahkan kapur untuk campuran adukan membangun dinding. Untuk rincian detail adukan mortar dalam membangun dinding bisa dilihat di campuran mortar pasangan dinding

Mikro Interlock (kosod)

Teknik memasang dinding menggunakan teknik kosod, sudah sangat jarang ditemui. Dikarenakan lebih praktis menggunakan adukan mortar untuk membangun dinding dibandingkan menggunakan teknik mikro interlcok ini. Cara ini dengan menggosokkan batu bata satu dengan batu bata yang akan ditempelkan sampai terbentuk alur khas di antara dua batu bata tersebut. Karena khas ketika dilepas dan dipasang di batu bata lainnya tidak akan menyatu, dikarenakan alurnya berbeda. Teknik ini digunakan orang jaman dahulu untuk membuat dinding bata tanpa adukan mortar. Beberapa contoh bangunan kuno yang bertahan menggunakan teknik kosod ini adalah menara masjid Kudus, candi Muara Takus dan beberapa bangunan kuno lainnya.

Interlock (saling kunci)

Ini teknik membangun dinding tertua yang ditemukan oleh manusia. Dahulu bahannya berasal dari batu yang dipotong sedemikin rupa dimana satu sisi memiliki tonjolan dan sisi lainnya memiliki lekukan. Di Indonesia teknologi interlock untuk bangunan berkembang pesat di tahun 700-1400, sampai kedatangan orang-orang Eropa yang sedemikian rupa memutus pengetahuan tentang teknik ini. Ratusan bahkan mungkin ribuan bangunan di Indonesia masih bertahan sampai sekarang menggunakan teknik ini. Di antaranya candi Borobudur, candi Plaosan dan lainnya. Ezygriya mengembangkan teknik interlock yang dimodifikasi untuk mencapai efisiensi dan efektitas optimal dalam membangun dinding. Berikut video pemasangan dinding interlock

Baut dan mur (pasak)

Membangun dinding bisa juga menggunakan metode pasak. Fungsi pasak seperti paku, menyatukan satu komponen dengan komponen lainnya, termasuk juga dalam kelompok teknik pasak juga menggunakan baut dan mur.  Untuk menggunakan teknik ini dalam membangun dinding diperlukan alat untuk melubangi (bor) komponennya, jadi teknik ini digunakan pada komponen dinding yang relatif tipis atau mudah untuk dilubangi. Seperti kayu dan besi.

Sambungan las

Dengan berkembangnya teknik tambang, banyak bahan tambang yang bisa diolah menjadi komponen dinding. Utamanya bahan besi juga dicampur bahan logam lainnya. Dan sekarang sudah banyak dinding yang dibangun menggunakan bahan logam dengan ketebalan tertentu. Sambungan bahan logam untuk membuat dinding digunakanlah las, dengan melelehkan tepian antar bagian komponennya.

Pembentukan Ruang

Bagaimana asal muasal manusia membutuhkan ruangan yang diawali dari kebutuhan untuk berlindung dari kondisi alam dan cuaca, hujan, angin, panas serta dingin, juga keamanan dari gangguan hewan dan manusia lain. Karenanya kita membutuhkan ruangan yang tertutup dan tetap terkontrol.

Awalnya manusia menggunakan gua untuk memenuhi kebutuhannya akan ruang. Jika diperhatikan gua merupakan sebuah lubang yang terdapat dalam suatu bentuk massa yang besar. Dan teknik ini salah satu dari 2 teknik dasar membentuk ruang, yaitu membuat lubang dari sebuah bentuk besar. Sebutlah gunung atau bukit. Missal terdapat gua alam yang relative kecil, lalu karena kebutuhan ruang bermacam-macam, mulailah dibesarkan lubang itu. Dibentuk bermacam-macam ruang, yang kesemuanya di dalam bukit atau gunung itu. Seperti semut atau kelinci menggali tanah untuk membuat rumahnya. Di dunia konstruksi system membentuk ruang dengan membuat lubang menjadikan komponen dinding sebagai elemen struktur.

Contohnya seperti mambangun candi, menumpuk batu yang banyak kemudian menyusun rongga di dalamnya untuk membentuk ruang. Sehingga volume dinding yang ada biasanya lebih besar dari volume ruang yang terbentuk.

Teknik dasar kedua adalah membentuk ruang dengan membuat batas ruang, yaitu atap, dinding serta lantai. Cara ini membutuhkan pengolahan material untuk membuat tiang dan balok serta bahan atap sebagai struktur utama pembentukan ruang. Dan inilah cara yang lazim dan banyak digunakan manusia modern dalam membuat bangunan.

Contohnya seperti membuat dangau, gubuk tempat istirahat di tepi sawah, cukup menggunakan bamboo sebagai tiang dan atapnya juga lantainya. Volume ruang yang terbentuk jauh lebih besar dari volume bahan yang dibutuhkan.

Tujuan sederhana dari struktur  adalah agar material yang menjadi komponen pembentuk ruang bisa berdiri kokoh dan melindungi penggunanya. Dan agar atap bisa kokoh berdiri maka, butuhkan penopang struktur yang berupa balok, kemudian tiang dan akhirnya pondasi untuk menyalurkan beban atap dan struktur lainnya ke tanah. Selama tanah mampu mendukung berat bangunan maka yang perlu kita lakukan adalah merangkai struktur yang terpadu agar semua beban tertransfer dengan sempurna kepada tanah tanpa merusak komponen strukturnya.

Meskipun kolom ataupun baloknya sedemikian kuat, namun tidak mampu menyalurkan beban atap dan beban dirinya kepada tanah melalui pondasi maka bangunan itu tidak bisa berdiri. Karenanya memulai hitungan strukturnya selalu dari daya dukung tanah, seberapa kuat tanah dalam satuan dukungnya mampu menerima beban bangunan di atasnya.

Daya dukung tanah diketahui dengan melakukan tes yang sering disebut dengan tes sondir.  Hasilnya akan menunjukkan daya dukung tanah terhadap dua gaya. Yaitu gaya tekan dan gaya gesek. Gaya Tekan tanah artinya berapa kemampuan tanah menerima beban yang diterima tanah per cm persegi luas bidang tekan. Sedangkan Gaya Gesek tanah artinya berapa kemampuan tanah menerima beban yang diterima tanah per cm persegi luas bidang yang bergesekan.

WhatsApp chat