Membangun dinding bisa menggunakan berbagai metode, beberapa yang digunakan diantaranya :

Adukan mortar

Cara paling umum memasang tembok adalah dengan menggunakan adukan mortar sebagai perekat. Lazimnya mortar terdiri dari semen dan pasir, beberapa daerah menambahkan kapur untuk campuran adukan membangun dinding. Untuk rincian detail adukan mortar dalam membangun dinding bisa dilihat di campuran mortar pasangan dinding

Mikro Interlock (kosod)

Teknik memasang dinding menggunakan teknik kosod, sudah sangat jarang ditemui. Dikarenakan lebih praktis menggunakan adukan mortar untuk membangun dinding dibandingkan menggunakan teknik mikro interlcok ini. Cara ini dengan menggosokkan batu bata satu dengan batu bata yang akan ditempelkan sampai terbentuk alur khas di antara dua batu bata tersebut. Karena khas ketika dilepas dan dipasang di batu bata lainnya tidak akan menyatu, dikarenakan alurnya berbeda. Teknik ini digunakan orang jaman dahulu untuk membuat dinding bata tanpa adukan mortar. Beberapa contoh bangunan kuno yang bertahan menggunakan teknik kosod ini adalah menara masjid Kudus, candi Muara Takus dan beberapa bangunan kuno lainnya.

Interlock (saling kunci)

Ini teknik membangun dinding tertua yang ditemukan oleh manusia. Dahulu bahannya berasal dari batu yang dipotong sedemikin rupa dimana satu sisi memiliki tonjolan dan sisi lainnya memiliki lekukan. Di Indonesia teknologi interlock untuk bangunan berkembang pesat di tahun 700-1400, sampai kedatangan orang-orang Eropa yang sedemikian rupa memutus pengetahuan tentang teknik ini. Ratusan bahkan mungkin ribuan bangunan di Indonesia masih bertahan sampai sekarang menggunakan teknik ini. Di antaranya candi Borobudur, candi Plaosan dan lainnya. Ezygriya mengembangkan teknik interlock yang dimodifikasi untuk mencapai efisiensi dan efektitas optimal dalam membangun dinding. Berikut video pemasangan dinding interlock

Baut dan mur (pasak)

Membangun dinding bisa juga menggunakan metode pasak. Fungsi pasak seperti paku, menyatukan satu komponen dengan komponen lainnya, termasuk juga dalam kelompok teknik pasak juga menggunakan baut dan mur.  Untuk menggunakan teknik ini dalam membangun dinding diperlukan alat untuk melubangi (bor) komponennya, jadi teknik ini digunakan pada komponen dinding yang relatif tipis atau mudah untuk dilubangi. Seperti kayu dan besi.

Sambungan las

Dengan berkembangnya teknik tambang, banyak bahan tambang yang bisa diolah menjadi komponen dinding. Utamanya bahan besi juga dicampur bahan logam lainnya. Dan sekarang sudah banyak dinding yang dibangun menggunakan bahan logam dengan ketebalan tertentu. Sambungan bahan logam untuk membuat dinding digunakanlah las, dengan melelehkan tepian antar bagian komponennya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat
%d bloggers like this: