Nah, setelah memahami semua informasi yang terkait dengan bisnis property, kini saatnya menentukan model bisnis property yang akan dijalankan. Dari sekian jenis bisnis yang ada, bisnis properti bersubsidi bersubsidi merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk kondisi saat ini maupun di masa yang akan datang.

Sejak Kementerian Perumahan Rakyat menerbitkan surat keputusan tentang pengadaan perumahan dan pemukiman dengan dukungan fasilitas subsidi tanggal 8 Januari 2004, bisnis properti bersubsidi bersubsidi menjadi pilihan yang menarik karena produk perumahan bersubdisi  selalu ditunggu khalayak pembeli, terutama kelas menengah ke bawah. Bahkan kelas menengah ke atas pun tidak jarang menunggu untuk sekedar berinvestasi dijadikan pasive income (walaupun kasus seperti ini sebuah pelanggaran namun realitasnya memang demikian yang terjadi).

Jadi dengan mengembangkan bisnis properti bersubsidi bersubsidi setidaknya kita turut membantu masyarakat kalangan menengah ke bawah untuk mendapatkan perumahan layak dengan harga yang terjangkau. Disisi lain pemasaran yang dilakukan pun tidak terlalu memakan banyak biaya, bahkan dalam realitanya masyarakat banyak yang memesan terlebih dahulu sebelum perumahan tersebut dibangun.

 

Apa itu Perumahan Bersubsidi?

Pengertian subsidi yang di berikan pemerintah adalah subsidi Selisih Bunga dan Subsidi Uang muka jadi buakn subsidi pembelian atau pembangunan di tanggung pemerintah 100% pemerintah hanya memberi dua pilihan antara Subsidi Selisih Bunga  dan Subsidi Uang Muka.

 

  • Subsidi Selisih BungaSubsidi:

Selisih bunga yaitu subsidi pemerintah terhadap selisih antara bunga pasar yang telah di sepakati di surat kesepakatan bersama dengan bunga yang di bayar oleh anda (nasabah). Selisih bunga ini berbeda untuk masing-masing kelompok sasaran dan di bayar di muka oleh pemerintah dengan perhitungan present value.

 

  • Subsidi Uang Muka:

Subsidi Uang Muka yaitu subsidi pemerintah untuk membantu menambah uang muka Kpr sehingga jumlah keseluruhan uang muka yang di bayar oleh nasabah akan meringankan pinjaman yang akan di bayar (di angsur) setiap bulannya dengan ketentuan sukubunga pasar.

 

Kenapa Rumah Bersubsidi?

  1.  Lebih Mudah Dipasarkan

Skema subsidi membuat masyarakat lebih mudah dan lebih ringan. Skema yang berlaku 2015-2019 adalah skema subsidi angsuran, dimana pemerintah mensubsidi suku bunga KPR komersial menjadi hanya 5% fix untuk perumahan subsidi. Harga jual yang disyaratkan pemerintah adalah 110jt pada 2015 dan naik 5% setiap tahunnya sampai dengan 2019. Tipe rumah maksimal tipe 36 dan tanah minimal yang boleh disubsidi adalah 60m2. Uang muka minimal dari harga penetapan subsidi adalah 10% untuk warga umum dan 1% untuk PNS atau pegawai BUMN/swasta yang disepakati oleh Bank penyalur subsidi. Skema ini dikhususkan untuk pemilik rumah pertama. Juga untuk mereka yang berpenghasilan kurang dari 4jt/bulan.

Dengan sekema seperti ini tentu sangat menarik untuk konsumen yang membutuhkan rumah, dengan uang muka hanya 10jt an bahkan hanya 1,5jt untuk PNS dan angsuran di kisaran 700rb an/bulan untuk tenor 15 tahun.

Bahkan faktanya penyedia rumah subsidi sangat terbatas sehingga berapapun rumah subsidi yang disediakan hampir pasti laku terjual. Ingat, hampir, tidak semua, karena faktor-faktor dasar property tetap berpengaruh dalam penjualan rumah subsidi. Diantaranya lokasi dan akses jalan, tetap tidak oleh sembarangan.

 

  1.  Arus Kas yang Lebih Nyaman

Dengan mudahnya penjualan tentu memudahkan arus kas. Perencanaan keuangan dan anggaran proyek akan jauh lebih sederhana karena waktu tunggu rumah terjual juga relatif pendek. Siklus 3 bulan rumah terjual sangat dimungkinkan di penjualan rumah subsidi, bahkan jika lokasi dan akses memenuhi kaidah maka PASTI terjual. Di skema rumah non subsidi relatif susah meMASTIkan rumah bisa terjual dalam 3 bulan.

 

  1. Konsumen yang Lebih Toleran terhadap Fasilitas

Pemahaman bahwa hanya dengan uang di bawah 150jt sudah bisa memperoleh rumah, menahan ekspektasi konsumen terhadap produk rumah subsidi tidak terlalu tinggi. Tentu tidak dengan mengabaikan, karena ada beberapa kaidah yang tetap harus dijunjung tinggi seperti keamanan bangunan dan tata kawasan yang standar. Apalagi skema subsidi sekarang juga tidak lagi mengijinkan satu dinding digunakan bersama oleh dua rumah.

Jadi pemahaman konsumen bahwa pelaku bisnis property bersubsidi ini membantu mereka mendapatkan rumah pertama cukup memberikan pemahaman yang relatif toleran terhadap mutu bangunan dan fasilitas lain yang umumnya penyedia sediakan.

 

  1. Faktor Kali yang Tinggi

Dengan langkanya penyedia rumah subsidi maka kesempata untuk cepat berkembang di skema rumah subsidi menjadi terbuka lebar. Tentu tuntutan agar bisa memenuhi kaidah rumah subsidi yang diharuskan harus tetap jadi pegangan. Namun tidak setiap waktu ada tangga untuk menuju skala bisnis yang sangat besar seperti ini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat
%d bloggers like this: