Pondasi bertugas menopang bangunan dengan semua beratnya agar bebannya tersalurkan dengan sempurna kepada tanah. Bayangkan sebuah bangunan adalah tubuh manusia maka telapak kaki kita merupakan pondasi yang menopang berat tubuh dan berdiri di atas tanah. Sebagaimana bangunan, masalah pada kaki kita bukanlah seberapa lebarnya telapaknya, tapi apakah tanah dimana kita berdiri mampu menahan berat tubuh kita.

Misalkan berat badan 80kg dengan luas telapak satu kaki sekitar 80cm2, maka berdiri dengan 2 kaki membuat berat badan 80kg tersebut disalurkan oleh permukaan seluas 160cm2. Jika kita berdiri pada permukaan tanah dan permukaan tanah tersebut tidak membekas telapak kaki maka permukaan tanah tadi mampu menahan beban setidaknya 0,5kg percm2, dan jika berdiri dengan 1 kaki permukaan tanah masih tidak membekas setidaknya tanah tersebut bisa menahan beban 1kg per cm2.

Demikian pula halnya dengan bangunan. Pada bangunan sederhana dengan luas lantai sekitar 40m2, berat atap sampai  lebih kurang sekitar 63ton, sudah dengan menambahkan 25% beban tambahan. Dalam total berat tersebut terdapat 2 skema pembebanan. Pertama beban struktur yaitu atap, plafon, struktur ringbalk, kolom dan sloof hingga pondasi titik. Ini merupakan skema struktur utama yang artinya atap dan semua komponen di atas termasku plafon harus tetap berdiri jikapun kekuatan dinding dihilangkan, meskipun pada kenyataannya beban atap juga akan dipikul oleh dinding.

Kemudian yang kedua adalah skema beban dinding, yang harus mampu menahan bebannya sendiri, juga ditambah beban tambahan 25% untuk gaya beban yang lain seperti beban angin dan horizontal lainnya.  Kecuali pada struktur dinding penahan beban, maka beban dinding dihitung bersama dengan beban struktur lainnya dan dikalkulasikan bersama pada desain pondasinya.

No Bagian Bahan Berat/Satuan Satuan Volum Total Berat
1 Atap Genteng MCR Flat 45kg M2 60m2 2.700kg
2 Rangka Atap Baja Ringan 10kg M2 60m2 600kg
3 Plafon & Rangka Hollow + Gypsum 25kg M2 45m2 1.125kg
4 Struktur Beton Bertulang 50kg M’ 150m’ 7.500kg
5 Pondasi Titik Beton Bertulang 100kg Titik 15 1.500kg
Total Berat + 25% 16.800
             
6 Dinding Ezycon + Alusi 200kg M2 150m2 30.000kg
7 Pondasi Menerus Pasangan Batu/Beton 300kg M2 25m2 7.500kg
Total Berat + 25% 47.000kg

Skema organisasi bebannya adalah berat bangunan bagian 1 – 5 disalurkan oleh pondasi titik sebesar 16.800kg, dengan mengabaikan kekuatan gaya gesek tanah dan hanya memperhitungkan gaya tekan pada tanah untuk menyalurkan beban struktur sebesar 16,8ton dibagi daya tekan tanah minimal 0,5kg/cm2 maka dibutuhkan telapak minimal seluas 33,6rb cm2. Jika mendesain 15 titik maka luas telapak per titiknya adalah 2240cm2, ukuran 50cm x 50cm.

Beban dinding 6-7 disalurkan oleh pondasi menerus dan hanya memperhitungkan gaya tekan pada tanah untuk menyalurkan beban dinding sebesar 47,5ton dibagi daya tekan tanah minimal 0,5kg/cm2 maka dibutuhkan telapak minimal seluas 95rb cm2. Jika tinggi dinding rata-rata 3m dan dalam 3m itu terdapat berat 600kg dinding dan 150kg pondasi menerus, maka dibutuhkan permukaan untuk menyalurkan berat 950kg (setelah ditambah 25%) dibagi 0,5kg yaitu 1.900cm2 atau lebar 20cm sepanjang 1m’ pondasi menerus akan aman menyalurkan beban dinding.

Daya dukung tanah terhadap gaya tekan 0,5kg/cm2 cukup mudah dicapai meskipun tanah urugan, dengan permadatan stemper atau pemadatan gilas akan bisa dicapai daya dukung tersebut. Tentu dengan memperhatikan sifat tanahnya, karena jika sifat tanahnya lempung sebaiknya yang dihitung adalah daya dukung tanah terhadap gaya gesek dan mengabaikan gaya tekannya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat
%d bloggers like this: