Bagaimana asal muasal manusia membutuhkan ruangan yang diawali dari kebutuhan untuk berlindung dari kondisi alam dan cuaca, hujan, angin, panas serta dingin, juga keamanan dari gangguan hewan dan manusia lain. Karenanya kita membutuhkan ruangan yang tertutup dan tetap terkontrol.

Awalnya manusia menggunakan gua untuk memenuhi kebutuhannya akan ruang. Jika diperhatikan gua merupakan sebuah lubang yang terdapat dalam suatu bentuk massa yang besar. Dan teknik ini salah satu dari 2 teknik dasar membentuk ruang, yaitu membuat lubang dari sebuah bentuk besar. Sebutlah gunung atau bukit. Missal terdapat gua alam yang relative kecil, lalu karena kebutuhan ruang bermacam-macam, mulailah dibesarkan lubang itu. Dibentuk bermacam-macam ruang, yang kesemuanya di dalam bukit atau gunung itu. Seperti semut atau kelinci menggali tanah untuk membuat rumahnya. Di dunia konstruksi system membentuk ruang dengan membuat lubang menjadikan komponen dinding sebagai elemen struktur.

Contohnya seperti mambangun candi, menumpuk batu yang banyak kemudian menyusun rongga di dalamnya untuk membentuk ruang. Sehingga volume dinding yang ada biasanya lebih besar dari volume ruang yang terbentuk.

Teknik dasar kedua adalah membentuk ruang dengan membuat batas ruang, yaitu atap, dinding serta lantai. Cara ini membutuhkan pengolahan material untuk membuat tiang dan balok serta bahan atap sebagai struktur utama pembentukan ruang. Dan inilah cara yang lazim dan banyak digunakan manusia modern dalam membuat bangunan.

Contohnya seperti membuat dangau, gubuk tempat istirahat di tepi sawah, cukup menggunakan bamboo sebagai tiang dan atapnya juga lantainya. Volume ruang yang terbentuk jauh lebih besar dari volume bahan yang dibutuhkan.

Tujuan sederhana dari struktur  adalah agar material yang menjadi komponen pembentuk ruang bisa berdiri kokoh dan melindungi penggunanya. Dan agar atap bisa kokoh berdiri maka, butuhkan penopang struktur yang berupa balok, kemudian tiang dan akhirnya pondasi untuk menyalurkan beban atap dan struktur lainnya ke tanah. Selama tanah mampu mendukung berat bangunan maka yang perlu kita lakukan adalah merangkai struktur yang terpadu agar semua beban tertransfer dengan sempurna kepada tanah tanpa merusak komponen strukturnya.

Meskipun kolom ataupun baloknya sedemikian kuat, namun tidak mampu menyalurkan beban atap dan beban dirinya kepada tanah melalui pondasi maka bangunan itu tidak bisa berdiri. Karenanya memulai hitungan strukturnya selalu dari daya dukung tanah, seberapa kuat tanah dalam satuan dukungnya mampu menerima beban bangunan di atasnya.

Daya dukung tanah diketahui dengan melakukan tes yang sering disebut dengan tes sondir.  Hasilnya akan menunjukkan daya dukung tanah terhadap dua gaya. Yaitu gaya tekan dan gaya gesek. Gaya Tekan tanah artinya berapa kemampuan tanah menerima beban yang diterima tanah per cm persegi luas bidang tekan. Sedangkan Gaya Gesek tanah artinya berapa kemampuan tanah menerima beban yang diterima tanah per cm persegi luas bidang yang bergesekan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat
%d bloggers like this: